“Taman Tebing Koja” Mantan Tambang Pasir yang bersolek menjadi Destinasi Wisata di Kabupaten Tangerang.

Tangerang – d’KITNews, 13/06/2019

Satu setengah jam melaju dari Selatan Jakarta sekitar 65KM akhirnya tibalah di lokasi destinasi wisata yang sejak pertengahan 2017 mulai viral di sosial media oleh seorang netizen yang mengunggah sebuah foto prewedding nya di lokasi mantan lahan tambang pasir tersebut.
Kandang Godzilla selanjutnya para pengunjung kemudian menyebut tempat mantan lahan tambang pasir ini. Mungkin karena bentuk tekstur bebatuan dan letak hamparan tempat tersebut yang terdapat tebing, kubangan air, sedikit sisa hamparan sawah dan pepohonan rindang menjadikan lokasi ini mirip sebuah kandang reptil raksasa yang di imajinasi kan seperti di film-film Hollywood atau film Godzilla sehingga tersebut lah “Kandang Godzilla” entah siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut masih belum diketahui hingga saat ini.

Letaknya tidak jauh dari wisata Danau Biru Cisoka tepatnya di kampung Koja, desa Cirendeu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang – Banten tempat wisata alam ini kini banyak di kunjungi wisatawan karena keindahannya yang sangat instagramable.

Tekstur Tebing dan bebatuan, kubangan air hujan yang menjadi seperti danau buatan yang berwarna hitam pekat, sedikit hamparan sawah dikelilingi bukit dengan pepohonan yang rindang menjadikan Taman Tebing Koja ini menjadi suatu tempat wisata yang layak di kunjungi.

Waktu berkunjung ke Taman Tebing Koja yang tepat katanya adalah di pagi hari saat terbit matahari dan selanjutnya suasana masih diliputi kabut tipis dan embun pagi juga udara yang sejuk. Pemandangan dan spot foto pun masih leluasa karena belum banyak pengunjung sehingga pengambilan foto kita ngak bocor. Mungkin saran ini cukup baik untuk kembali ke Taman Tebing Koja ini secara saat saya ke sini memang mengharapkan sunset tidak terlalu dapat kebetulan cuaca mendung dan tidak terdapat penerangan disekitar lokasi.

Lahan mantan penggalian pasir yang terhampar sekitar dua hektaran ini dulunya adalah hamparan lahan sawah yang hijau dan sekitar tahun 2009 mulai di lakukan penggalian tambang pasir yang konon katanya milik Bapak Parta namun semenjak kepergian bapak Parta kegiatan menambang pasir sudah mulai ditinggalkan hanya beberapa anaknya saja yang masih menjalankan penambangan yang dilakukan secara manual itu. Cerita ini berdasarkan penuturan Bapak Kidil orang yang dituakan saat bertemu di pos masuk Taman Tebing Koja yang saya ajak ngobrol seputar sejarah Taman Tebing Koja ini. Bapak Kidil pun sebenarnya masih melakukan penambangan kecil-kecil an namun karena sekarang makin banyak pengunjung yang datang jadi tidak leluasa untuk melakukan penambangan, kan kalau nambang kita kerja kadang cuma pake kolor atau celana dalam doang karena gerah bang, ujar nya.
Sebagian alat manual pengeruk pasirnya pun masih ada tuh bang di pojok bawah celoteh Pak Kidil.

Untuk mencapai ke sana, jika menggunakan kendaraan pribadi bisa melalui jalan tol Kemudian keluar lewat pintu tol Balaraja, menuju Taman Tebing Koja sekitar 35 sampai 45 menit kearah Jalan Cisoka dan tidak jauh dari Jalan Raya Cisoka masuk kedalam menuju Taman Tebing Koja sekitar 1 Km melalui perumahan warga sekitar dan hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat. Jika menggunakan kendaraan umum patokannya kamu bisa sewa angkutan umum untuk PP sekitar Rp.200.000 – Rp. 300.000,- dari Stasiun Tigaraksa ke lokasi kalau menggunakan angkutan umum eceran dipastikan dari depan jalan turun dari Jl. Cisoka tidak ada kendaraan atau ojeg yang menuju kedalam yang jaraknya sekitar 1 Km itu.

Namun sayangnya belum ada tiket resmi wisata disini karena memang pengelolaan nya belum dilakukan secara profesional atau melibatkan otoritas desa atau pejabat setempat jadi jangan kaget kalau setiap tikungan jalan selalu ada pungutan-pungutan yang mungkin kita anggap sebagai pungutan liar.
Kurang lebih hampir lima pungutan dari pintu masuk jalan ke arah Taman Tebing Koja hingga sampai ke lokasi yang masing-masing besar pungutannya kisaran Rp.5.000,- s/d Rp.10.000,-

Menurut Pak Kidil pembayaran resminya yah cuma tiket masuk disini dan Tarif Parkir untuk mobil Rp. 10.000,- , untuk motor Rp 5.000,- dan tiket masuk ke area Taman Tebing Koja Rp.5.000,-. Namun karena ada tiga pintu masuk terkadang salah satu pintu masuk berbeda tarifnya hingga Rp.10.000,- malahan untuk pengambilan gambar spot foto diminta tarif berbayar lagi sekitar Rp.5.000,- s/d Rp.10.000,- Juga sehingga kenyamanan serta keamanan pun masih terbilang minim terlebih ketika terjadi sebuah musibah terhadap wisatawan apakah itu tergelincir, jatuh, kecurian dan kejahatan lainnya dapat dipastikan tidak akan ada pihak yang berwenang untuk diminta pertolongan.

Semoga harapan kedepannya Lokasi Wisata Taman Tebing Koja a.k.a Kandang Godzilla ini terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat dan berkoordinasi baik para pemilik lahan mantan tambang pasir tersebut. Saya pun sangat terbuka kok untuk bekerjasama dengan Pejabat desa, ujar Pak Kidil menutup pembicaraan santai kami di atas bukit Kandang Godzilla sore itu.

*/ap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: