Cervical Spasm Diagnosis

Jakarta-d’KITNews, 20/06/2019

Berada di rumah sakit sesuatu yang memang tidak mengenakan namun jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan kita sedini mungkin terlebih untuk sobat-sobat di Komunitas Indonesia Trip (KIT) yang suka berpergian.

Rumah sakit ibarat bengkel namun pastinya bengkel untuk mengecek dan mengukur kondisi tubuh kita agar dapat di gunakan secara normal kembali dalam rutinitas keseharian sebagaimana kendaraan agar dapat diketahui sedini mungkin permasalahan dan menghindari sesuatu hal yang tidak kita inginkan saat kita dalam perjalanan.

Cervical Spasm Diagnosis adalah pengencangan atau kejang otot yang tidak disadari di bagian tubuh tertentu dan sering menyebabkan rasa sakit yang hebat. Kejang atau tegang ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun yang memiliki otot, termasuk di leher. Kejang di leher disebut juga dengan spasme leher (cervical spasm diagnosis)

Menurut Dokter Ahli syaraf yang saya kunjungi, Cervical Spasm dapat disebabkan oleh perilaku gerak dan cara posisi tubuh yang terkondisi dalam waktu yang lama seperti beraktivitas dalam waktu yang lama di depan komputer tanpa melakukan relaksasi otot leher, maupun kurang olahraga yang dapat membantu fleksibilitas dan kelenturan otot leher itu sendiri beserta otot rangka yang lain termasuk sikap posisi duduk yang salah juga kebiasaan penggunaan gadget atau posisi menggunakan smartphone yang secara tidak langsung dan berlangsung secara sering juga mengakibatkan otot-otot pada sebagian anggota tubuh kita mengalami spasme atau kekakuan apakah itu disekitar jari-jari kita yang akhirnya sulit digerakkan , sekitar pergelangan tangan , bahu hingga leher dan bagian terparahnya hingga menyebabkan kepala sering merasakan pusing, mudah letih, kebas atau kesemutan pada bagian kepala leher atau bahu.

Pada umumnya pengobatan kasus cervical spasm diagnosis ditangani dengan memberikan obat dari golongan Muscle Relaxan, untuk mengatasi kekakuan (Spasme) dari otot tersebut di atas. Untuk membantu pemulihan, maka fisioterapi dapat dilakukan sebagai bentuk upaya terapi tambahan dalam membatu proses recover dari relaksasi otot dengan beberapa tratment diantaranya ;
1. Microwave determine
Menghangatkan otot atau bagian
tubuh yang mengalami spasme
2. Myo facial release
Melakukan pijitan khusus
dengan alat khusus dan dengan
salep untuk merelaxasi otot
3. Interferensial teraphy
Melakukan kejutan listrik dengan
gelombang elektromagnetik
yang disetel sesuai kebutuhan

Jika belum pada tingkat yang parah pengobatan tradisional pun dapat dilakukan dengan melakukan pijitan sehat disekitar otot tubuh yang kaku dan membantu relaksasi otot yang kaku kembali lentur.

Bila memang kemudian tidak terjadi perubahan, maka perlu berkomunikasi lebih Intens dengan dokter khusus bagian spesialisasi Saraf dan internis. Hal ini untuk melihat serta melakukan pemeriksaan fisik dan internal dalam darah atau organ tubuh kita yang lain, agar lebih jelas lagi apa menentukan penyebab terjadinya kondisi sakit yang kita dialami.

Intinya sedini mungkin jika terdapat gejala-gejala yang tidak biasa pada anggota tubuh kita jika mempunyai kesempatan untuk ke dokter segeralah mencari tahu pada dokter ahli yang tepat sebelum menjadi penyakit yang lebih berat dan komplikasi karena salah obat atau penanganan sehingga ketika sehat kembali kita kembali dapat mengexplore keindahan alam Indonesia kita .

*/ap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai
%d blogger menyukai ini: